biaya beli rumah

Jenis-Jenis Biaya Saat Membeli Rumah

Keputusan membeli rumah menjadi keputusan yang besar karena dana yang harus dikeluarkan tidak hanya sedikit dan itu berlaku pada rumah baru ataupun bekas, keduanya akan sama-sama memeerlukan biaya-biaya tambahan selain dari harga rumah yang sudah si sepakati oleh pihak pembeli ataupun penjual. Akan lebih bijak jika  kita sebagai pembeli mempersiapkan semuanya dengan matang dan sempurna dari jauh-jauh hari. Akan masih ada beberapa biaya yang muncul dalam transaksi jual beli rumah akan kita bahas tuntas pada artikel ini.

1. Pemeriksaan Sertifikat

Hal ini sangat penting sekli untuk diperhatikan. Tidak jarang pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli rumah walaupun segala sesuatunya sudah oke tetapi sertifikat masih belum jelas atau bermasalah. Maka, lakukanlah pengecakan sertifikat rumah yang akan di beli sebelum transaksi jual beli di lakukan untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada cacat, seperti sertifikat tidak asli, sertifikat ganda, catatan blokir, sita atau dalam proses sengketa maka pemeriksaan boleh anda lakukan dengan membawa dokumen yang di perlukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasioanal) terdekat. Jangan khawatir untuk biaya ini adalah gratis, maka yang anda butuhkan hanyalah waktu pengurusan dan biaya perongkosannya saja.

2. Biaya Pajak

Pajak tidak akan luput dari barang yang dijual di negara Indonesia. Hal itu kan sama halnya pada transaksi jual beli barang tidak bergerak seperti obyek tanah dan bangunan pun kita di wajibkan membayar pajak baik itu kepada pihak penjual ataupun pembeli yang besarannya telah di atur sesuai peraturan pemerintahan seperti berikut ini.

Pajak penjual atau di sebut juga PPH (Pajak Penghasilan) biasanya di kenakan sebesar 5% dari harga jual.

Begitu juga dengan pajak pembeli yang lebih kita kenal dengan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yaitu sebesar 5% x (Harga jual – Nilai tidak kena pajak).

* Nilai jual untuk tidak kena pajak pada tiap wilayah bisa berbeda beda, dan pada umumnya berkisar antara 40 hingga 60 juta.

Harga jual tersebut adalah harga transaksi jual beli yang telah di sepakati atau harga rumah sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) pada tahun berasangkutan, yang mana lebih besar dari besaran NJOP tersebut.